{"id":380,"date":"2018-03-15T14:16:18","date_gmt":"2018-03-15T07:16:18","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/?p=380"},"modified":"2018-12-17T12:15:36","modified_gmt":"2018-12-17T05:15:36","slug":"pengertian-jenis-dan-lebar-bahu-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=380","title":{"rendered":"Pengertian Bahu Jalan Beserta Jenis-Jenisnya"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">Bahu jalan adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang berfungsi, Pertama sebagai ruangan untuk tempat berhenti sementara kendaraan yang mogok atau sekedar berhenti karena pengemudi ingin berorientasi mengenai jurusan yang akan ditempuh, atau untuk beristirahat. Kedua sebagai ruangan untuk menghindarkan diri dari saat-saat darurat, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan. Ketika sebagai cara memberikan kelegaan pada pengemudi, dengan demikian dapat meningkatkan kapasitas jalan yang bersangkutan. Keempat sebagai cara memberikan sokongan pada konstruksi perkerasan jalan dari arah samping. Kelima sebagai cara ruangan pembantu pada waktu mengadakan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jalan. Keenam sebagai ruangan untuk lintasan kendaraan-kendaraan patroli, ambulans, yang sangat dibutuhkan pada keadaan darurat seperti terjadinya kecelakaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>JENIS BAHU<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan tipe perkerasannya, bahu jalan dapat dibedakan atas :<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>&#8211; <\/i><strong>Bahu yang tidak diperkeras<\/strong>, yaitu bahu yang hanya dibuat dari material perkerasan jalan tanpa bahan pengikat. Biasanya digunakan material agregat bercampur sedikit lempung. Bahu yang tidak diperkeras ini dipergunakan untuk daerah-daerah yang tidak begitu penting, dimana kendaraan yang berhenti dan mempergunakan bahu tidak begitu banyak jumlahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>&#8211; <\/i><strong>Bahu yang diperkeras<\/strong>, yaitu bahu yang dibuat dengan mempergunakan bahan pengikat sehingga lapisan tersebut lebih kedap air dibandingkan dengan bahu yang tidak diperkeras. Bahu jenis ini dipergunakan untuk jaan-jalan dimana kendaraan yang akan berhenti dan memakai bagian tersebut besar jumlahnya, seperti di sepanjang jalan tol, di sepanjang jalan arteri yang melintasi kota, dan di tikungan-tikungan yang tajam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedangkan jika dilihat dari letak bahu terhadap arah arus lalu lintas, maka bahu jalan dapat dibedakan menjadi :<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 0.95em;\">&#8211; Bahu kiri \/ bahu luar (<\/span><i style=\"font-size: 0.95em;\">left shoulder \/ outer shoulder<\/i><span style=\"font-size: 0.95em;\">), adalah bahu yang terletak di tepi sebelah kiri dari jalur lalu lintas.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 0.95em;\">&#8211; Bahu kanan \/ bahu dalam (right shoulder \/ inner shoulder), adalah bahu yang terletak di tepi sebelah kanan dari jalur lalu lintas.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><a href=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Bagian-Jalan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-382\" src=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Bagian-Jalan.jpg\" alt=\"\" width=\"866\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Bagian-Jalan.jpg 866w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Bagian-Jalan-300x167.jpg 300w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Bagian-Jalan-768x428.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 866px) 100vw, 866px\" \/><\/a><\/p><div class=\"e3ce4ccf4f45958f8a0cd529d5aec3df\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-6841353207431970\"\r\n     data-ad-slot=\"2647761794\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>LEBAR BAHU JALAN<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Besarnya lebar bahu jalan sangat dipengaruhi oleh :<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><i>Fungsi jalan<\/i><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jalan arteri direncanakan untuk kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jalan lokal. Dengan demikian jalan arteri membutuhkan kebebasan samping, keamanan, dan kenyamanan yang lebih besar, atau menuntut lebar bahu yang lebih lebar dari jalan lokal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><i>Volume lalu lintas<\/i><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Volume lalu lintas yang tinggi membutuhkan lebar bahu yang lebih besar dibandingkan dengan volume lalu lintas yang lebih rendah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><i>Kegiatan disekitar jalan<\/i><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jalan yang melintasi daerah perkotaan, pasar, sekolah, membutuhkan lebar bahu jalan yang lebih lebar daripada jalan yang melintasi daerah rural, karena bahu jalan tersebut akan dipergunakan pula sebagai tempat parkir dan pejalan kaki.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><i>Ada atau tidaknya trotoar<\/i><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apabila pinggir jalan terdapat trotoar, biasanya tidak terdapat bahu jalan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b><i>Biaya yang tersedia sehubungan dengan biaya pembebasan tanah, dan biaya untuk konstruksi.<\/i><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lebar jalan yang didasarkan pada biaya pembebasan lahan dan biaya konstruksi demikian dapat bervariasi antara 0,5 &#8211; 2,5 m.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>LERENG MELINTANG BAHU JALAN<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berfungsi atau tidaknya lereng melintang perkerasan jalan untuk mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya sangat ditentukan oeh kemiringan melintang bagian samping jalur perkerasan itu sendiri, yaitu kemiringan meintang bahu jalan. Kemiringan melintang bahu yang tidak baik ditambah pula dengan bahu dari jenis tidak diperkeras akan menyebabkan air hujan merembes masuk lapisan perkerasan jalan. Hal ini dapat mengakibatkan turunnya daya dukung lapisan perkerasan, lepasnya ikatan antara agregat dan aspal yang akhirnya memperpendek umur pelayanan jalan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Untuk menjaga \u00a0keperluan jalan untuk pelayanan umum, haruslah dibuat kemiringan melintang bahu jalan yang sebesar-besarnya tetapi masih daam batas aman dan nyaman bagi pengemudi. Kemiringan bahu jalan lebih besar dibandingkan dengan kemiringan melintang jalur perkerasan jalan. Kemiringan bahu jalan bervariasi sampai dengan 6% tergantung jenis perkerasan bahu jalan, intensitas hujan, dan kemungkinan penggunaan bahu jalan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada derah tikungan yang tajam, kemiringan jalur perkerasan jalan juga ditentukan oleh kebutuhan akan keseimbangan gaya sentrifugal yang bekerja. Besar dan arah kemiringan melintang bahu jalan juga harus disesuaikan demi keamanan pemakai jalan serta fungsi drainase itu sendiri. Perubahan kelandaian antara kemiringan melintang jalan dan bahu maksimum adalah 8%.<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sekian pembahasan mengenai\u00a0Pengertian Bahu Jalan Beserta Jenis-Jenisnya, semoga bermanfaat.<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahu jalan adalah jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas yang berfungsi, Pertama sebagai ruangan untuk tempat berhenti sementara<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":381,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[17,5],"class_list":["post-380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa-konstruksi","tag-analisa-konstruksi","tag-kontraktor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=380"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":581,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/380\/revisions\/581"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}