{"id":391,"date":"2018-03-21T09:21:47","date_gmt":"2018-03-21T02:21:47","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/?p=391"},"modified":"2018-12-17T11:57:10","modified_gmt":"2018-12-17T04:57:10","slug":"tahapan-pembuatan-jalan-dan-pengaspalan-hotmix-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=391","title":{"rendered":"Pembuatan Jalan dan Pengaspalan Hotmix"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Jasa Aspal Hotmix <a href=\"http:\/\/virajayariauputra.com\">PT. Virajaya Riauputra<\/a> Sudah Banyak dipercaya membuat jalan dan pengaspalan jalan di Riau, nah berikut ini tahapan membuat jalan sampai dengan\u00a0Pengaspalan Jalan. Berikut ini tahapan Pembuatan jalan yang benar :<br \/>\n1.\u00a0Pekerjaan Pemetaan (Pengukuraan badan Jalan)<br \/>\nTahapan pekerjaan ini dilakukan agar badan jalan sesuai dengan ukuran yang di inginkan.<\/p><div class=\"e3ce4ccf4f45958f8a0cd529d5aec3df\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-6841353207431970\"\r\n     data-ad-slot=\"2647761794\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">2.\u00a0Pekerjaan Clearing &amp; Grubbing (Pembersihan badan Jalan dari Pohon dan sampah)<br \/>\nSebelum badan Jalan di bentuk lahan perlu dibersihkan dahulu dari sampah dan pepohonan agar tidak tidak jadi masalah di kemudian hari<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.\u00a0Pekerjaan Stripping (Pembentukan badan Jalan)<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pekerjaan ini juga dinamakan pekerjaan galian dan timbunan. Pekerjaan galian adalah pekerjaan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 pemotongan tanah dengan tujuan untuk memperoleh bentuk elevasi permukaan sesuai gambar yang\u00a0 di rencanakan,untuk mengetahui elevasi jalan perlu menggunakan alat ukur Theodolit, lengkapnya pekerjaan stripping dilakukan agar bentuk badan jalan ,tinggi dan belokannya sesuai \u00a0apa yang direncanakan. Berikut struktur pekerjaan galian dan timbunan.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-timbunan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-392\" src=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-timbunan.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"146\" srcset=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-timbunan.jpg 320w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-timbunan-300x137.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4.\u00a0Pekerjaan Sub Grade (Pemadatan tanah)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah badan jalan terbentuk maka tanah perlu dipadatkan inilah yang dinamakan pekerjaan sub grade.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sub Grade adalah tanah dasar dibagian bawah lapisan perkerasan jalan lapisan ini bisa berupa tanah asli yang di padatkan jika tanah aslinya baik,atau tanah urugan yang di datangkan dari tempat lain lalu dipadatkan,atau tanah yang di stabilkan dengan semen atau kapur,yang terpenting adalah tanah harus bebas dari sampah dan rumput.<br \/>\nUntuk pemadatannya\u00a0menggunakan Alat Buldozer dan Vibrator Roller<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5.\u00a0Pekerjaan Sub Base Course (Lapis Pondasi Bawah)<br \/>\nSetelah lapisan sub grade memenuhi standar kepadatan pekerjaan selanjutnya adalah penghamparan Material pondasi bawah berupa Batu Kali\/Batu Limstone menggunakan alat transportasi Dump Truck kemudian diratakan dan di padatkan dengan menggunakan alat Tandem Roller.<br \/>\nUntuk ketebalan lapis pondasi Sub base course biasanya 30 cm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi utama Lapisan sub base course adalah :<br \/>\n&#8211; Bagian kontruksi jalan yang menyebarkan beeban roda ketanah dasar.<br \/>\n&#8211; Mengurangi tebal lapisan di atasnya yang lebih mahal.<br \/>\n&#8211; Lapis peresapan agar air tidak terkumpul di pondasi .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses penghamparan Sub base course.<br \/>\nPertamamembuat patok-patok untuk mengukur ketebalan,kemudian mendatangkan material kelapangan lalu dibuat dulu kepalanya yaitu antara patok kanan dan patok kiri.Setelah ada dua kepala kemudian disebarkan material pada area\u00a0 antara kepala satu dan kepala yang lain.begitu seterusnya sampai selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sub Base coursePrinsip pemadatan dimulai dari pinggir dan area yang rendah ke ara yang lebih tinggi.untuk perataan menggunakan Motor Grader dan pemadatannya menggunakan Tandem Roller.jika pemadatan sudah terlihat cukup menurut pelaksana baru dapat dilanjutkan pekerjan berikutnya.<br \/>\n6.\u00a0Pekerjaan Base Course (Pondasi Atas)<br \/>\nPenghamparan Material Pondasi Bawah berupa Sirdam sama menggunakan Dump Truck dan diratakan lagi dengan Tandem Roller,lapisan ini di buat untuk menyempurnakaan daya dukung beban juga sebagai bantalan terhadap lapis permukaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Material terbaik untuk lapis pondasi atas adalah campuran 70% batu pecahan berwarna abu keputihan ukuran 1 sampai dengan 5 cm,dan 30%\u00a0 lagi campuran abu batu atau pasir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">cara penghamparaan batu Base course sama dengan penghamparan batu sub Base course.<br \/>\nSetelah Base course terhampar dengan rata\u00a0 barulah dilakukan pemadatan,jika pada saat pemadatan masih terlihat rendah atau tinggi harus di tambah atau dikurangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kelihatan rata selanjutnya dipadatkan kembali menggunakan tire Roller sambil disiram air secukupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">sebelum di hampar lapisan atas (ATB =Asphalt Treated Base) atau ACB diperlukan Lapis resap pengikat antara Base Course dan ATB yaitu Prime coat,dan untuk membersihkan debu menggunakan Air\u00a0Compressor<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi prime coat diantaranya:<br \/>\n&#8211; Memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran Aspal.<br \/>\n&#8211; Mencegah lepasnya\u00a0 butiran lapis Agregat jika dilewati kendaraan sebelum dilapis aspal<br \/>\n&#8211; Mencegah lapis agregat\u00a0 dari pengaruh cuaca.<br \/>\n7.\u00a0Pekerjaan Hotmix Binder Coarse\u00a0 atau Lapisan Atas ATB<br \/>\nSetelah di cor dengan Prime Coat kemudian dilakukan Pelapisan atas menggunakan material ashpalt jenis ATB (Asphalt Treated Base) atau AC-BC Dan pelapisannya menggunakan mesin finisher lalu di padatkan menggunakan mesin TR.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan sebelum di hampar lapisan permukaan perlu di cor tack coat (lem perekat antara ATB dengan asphalt hotmix)dan pembersihan debu dengan Air compressor<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-396\" src=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"860\" height=\"645\" srcset=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan-300x225.jpg 300w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan-768x576.jpg 768w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan-320x240.jpg 320w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/proses-pemadatan.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 860px) 100vw, 860px\" \/><\/a>8.\u00a0Pekerjaan Surface Course (Lapisan Permukaan)<br \/>\nPekerjaan selanjutnya setelah dicor tack coat adalah penghamparan lapisan permukaan\u00a0menggunakan Asphalt hotmix penghamparannya sama menggunakan mesin finisher\u00a0lalu dipadatkan mengunakan Tandem Roller<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9.\u00a0Pekerjaan Finishing<br \/>\nUntuk pekerjaan Finishing dilakukan pemadatan dan Perataan jalan dengan alat Peuneumatic Roller<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10.\u00a0Pekerjaan Marka Jalan<br \/>\nSetelah pekerjaan marka, jalan raya sudah jadi bagus dan berkualitas.<b><\/b> Demikian tahapan-tahapan pekerjaan jalan semoga membantu,Jika anda ingin menghitung RAB pengaspalan dengan mudah bisa mengunjungi halaman ini\u00a0menghitung RAB Pengaspalan,\u00a0untuk pengerjaan silahkan percayakan kepada <a href=\"http:\/\/virajayariauputra.com\">PT. Virajaya Riauputra<\/a> Karena kami\u00a0\u00a0Jasa Pengaspalan terpercaya dan bermutu.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jasa Aspal Hotmix PT. Virajaya Riauputra Sudah Banyak dipercaya membuat jalan dan pengaspalan jalan di Riau, nah berikut ini tahapan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":393,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[17,5,22],"class_list":["post-391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa-konstruksi","tag-analisa-konstruksi","tag-kontraktor","tag-teknik-konstruksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=391"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":576,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/391\/revisions\/576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}