{"id":433,"date":"2018-05-15T14:03:55","date_gmt":"2018-05-15T07:03:55","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/?p=433"},"modified":"2018-12-17T11:29:58","modified_gmt":"2018-12-17T04:29:58","slug":"struktur-perkerasan-jalan-beton-rigid-pavement","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=433","title":{"rendered":"Struktur Perkerasan Jalan Beton"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah struktur perkerasan jalan beton :<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>1. Common Embankment<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Tanah timbunan sangat diperlukan untuk mengejar elevasi rencana. Proses pemadatannya pun tidak sembarangan. Dibutuhkan beberapa trial pemadatan terlebih dahulu untuk mencapai nilai kepadatan (CBR) sesuai spesifikasi. Apabila trial sudah dilakukan dan sudah disetujui oleh konsultan, maka dilakukan metode pemadatan dengan menggunakan alat berat seperti vibro, seepfoot, dan dozer. Tiap proyek melakukan jumlah passing yang berbeda-beda tergantung dari hasil trial. Biasanya langkah pertama adalah tanah timbunan didump di lokasi, kemudian dozer meratakan tanah timbunan dengan ketebalan 50 cm. Setelah itu digilas menggunakan seepfoot roller untuk menghancurkan tanah berbentuk bebatuan besar. Terakhir digilas menggunakan vibro roller sambil diberi air agar hasil lebih padat.<\/p><div class=\"e3ce4ccf4f45958f8a0cd529d5aec3df\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-6841353207431970\"\r\n     data-ad-slot=\"2647761794\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p>Yang paling penting disini adalah material timbunan harus benar-benar berkualitas yang lulus uji lab pada saat pengambilan di quarry. Jangan sampai ada tanah lempung karena sifat dari tanah lempung susah dipadatkan walaupun digilas berulang-ulang. Biasanya pemadatan dilakukan tiap layer dengan ketebalan tanah gembur 50 cm dan dipadatkan menjadi 30 cm. Setelah satu layer tanah selesai dipadatkan kemudian diuji sandcone. Apabila hasil uji sandcone lebih dari 90% maka bisa dilanjutkan ke layer berikutnya.<\/p>\n<p>Pekerjaan timbunan ini harus benar-benar sesuai mutu dalam kontrak karena apabila terjadi suatu penurunan yang tidak seragam akan menyebabkan kerusakan badan jalan nanti.<br \/>\n<b><\/b><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>2. Drainage layer<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>Drainage layer adalah suatu layer atau lapisan di atasnya timbunan yang digunakan sebagai pengalir aliran air secara horizontal agar tidak merusak badan jalan. Pada pekerjaan jalan tol, drainage layer menggunakan material agregat A. Agregat A mempunyai spesifikasi tingkat kepadatan 100%. Sehingga hampir sama fungsinya pada\u00a0lapis pondasi struktur perkerasan aspal.<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>Biasanya tebal drainage layer ini sekitar 15 cm padat. Sehingga penghamparan material sekitar 17 cm dan setelah dipadatkan menggunakan vibro roller menjadi 15 cm. Apabila pemadatan selesai maka dilanjut dengan uji sandcone (kepadatan). Minimal hasil uji harus 100%.<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><b>3. Lean Concrete<\/b><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>Lean concrete atau disebut LC ini adalah lantai kerja untuk pekerjaan rigid pavement. Sehingga lapisan ini bukan termasuk lapisan struktur. Namun wajib ada sebelum pekerjaan beton (rigid). Fungsinya hanya sebagai lantai kerja agar air semen tidak meresap ke dalam lapisan bawahnya. Tebal LC ini biasanya 10 cm. LC ini pada dasarnya terbuat dari beton dengan mutu K175. Proses pelaksanaannya cukup mudah. Beton dari truck mixer dituang kemudian diratakan menggunakan jidar oleh tukang.<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><b>4. Rigid Pavement<\/b><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pekerjaan rigid adalah pekerjaan yang berbobot besar dalam kontrak dan termasuk pekerjaan utama pada jalan Tol. Beton yang digunakan menggunakan kelas mutu P dengan tebal 29 cm. Proses pengecoran beton rigid ini menggunakan bantuan alat berat\u00a0<i>Wirgent<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>GNZ<\/i>. Kedua alat berat tersebut termasuk alat canggih khusus untuk menggelar dan memadatkan beton. Berikut mutu yang harus diikuti sesuai spesifikasi rigid pavement.<\/div>\n<div><a href=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-436\" src=\"http:\/\/blog.virajayariauputra.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q.jpg\" alt=\"\" width=\"454\" height=\"461\" srcset=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q.jpg 454w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q-295x300.jpg 295w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q-90x90.jpg 90w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q-75x75.jpg 75w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/q-65x65.jpg 65w\" sizes=\"auto, (max-width: 454px) 100vw, 454px\" \/><\/a><\/div>\n<div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas perkerasan jalan beton ini adalah mutu beton dan pelaksanaan. Beton harus benar-benar terjaga mutunya sampai di lokasi pengecoran. Syarat slump yang digunakan adalah 4-6 cm. Apabila terlalu encer\u00a0<i>Wirgent atau GNZ<\/i>\u00a0tidak bisa menggelar dan memadatkan beton dengan baik sehingga kualitasnya pun berpengaruh. Metode pelaksanaan di lapangan juga akan berpengaruh terhadap hasil rigid pavement. Diperlukan tenaga kerja yang berpengalaman dan mengerti penggunaan alat\u00a0<i>wirgent dan GNZ.<\/i><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut adalah struktur perkerasan jalan beton : 1. Common Embankment \u00a0 Tanah timbunan sangat diperlukan untuk mengejar elevasi rencana. Proses<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":437,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[17,5,22],"class_list":["post-433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa-konstruksi","tag-analisa-konstruksi","tag-kontraktor","tag-teknik-konstruksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=433"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/433\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":568,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/433\/revisions\/568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}