{"id":455,"date":"2018-07-04T09:25:54","date_gmt":"2018-07-04T02:25:54","guid":{"rendered":"http:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=455"},"modified":"2018-12-17T11:08:52","modified_gmt":"2018-12-17T04:08:52","slug":"cara-pemadatan-aspal-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=455","title":{"rendered":"Cara-Cara Pemadatan Aspal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Cara pemadatan aspal di lapangan kadang tidak sesuai dengan teori yang ada sehingga kualitas jalan yang dihasilkannya pun tidak maksimal. Banyak sekali kasus proyek jalan yang mengalami kerusakan sebelum umur rencana sehingga bisa dipastikan dalam pengerjaannya ada yang kurang maksimal.<\/p><div class=\"e3ce4ccf4f45958f8a0cd529d5aec3df\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-6841353207431970\"\r\n     data-ad-slot=\"2647761794\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemadatan aspal pada badan jalan wajib dilakukan dengan benar dan sesuai spesifikasi yang diisyaratkan oleh RKS karena akan berpengaruh terhadap kualitas campuran aspal. Beberapa risiko negatif yang dihasilkan apabila pemadatan kurang sempurna antara lain<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Aspal sudah rusak sebelum waktunya<\/li>\n<li>Agregat pada campuran aspal akan mudah terpisah akibat kurangnya pemadatan.<\/li>\n<li>Kelenturan aspal berkurang<\/li>\n<li>Permukaan aspal tidak rata sehingga tidak nyaman bagi pengemudi kendaraan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa alat berat penunjang untuk memadatkan aspal antara lain Asphalt spray, Asphalt finisher, PTR (pneumatic Tyre Roller), dan Tandem roller.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Asphalt spray<\/i>\u00a0adalah kendaraan yang mempunyai tanki digunakan menyemprotkan aspal prime coat maupun tack coat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Asphalt finisher<\/i>\u00a0adalah alat berat yang digunakan untuk menghamparkan hotmix (campuran aspal) ke badan jalan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>PTR<\/i>\u00a0adalah alat berat yang mempunyai roda karet untuk memadatkan campuran aspal<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i>Tandem roller<\/i>\u00a0adalah alat berat yang mempunyai roda baja depan dan belakan untuk memadatkan campuran aspal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lalu bagaimana cara pemadatan aspal yang benar? Berikut sistem pemadatan yang biasa dilakukan di lapangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ada tiga tahapan dalam pemadatan aspal antara lain pemadatan awal, pemadatan kedua dan pemadatan akhir.<\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>1. Pemadatan Awal<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemadatan awal dilakukan ketika dump truck menuangkan hotmix kedalam asphal finisher kemudian menghamparkan ke badan jalan. Pemadatan awal ini harus dilaksanakan dengan menggunakan alat pemadat roda baja atau tandem roller. Alat pemadat ini harus dioperasikan mengikuti gerak asphalt finisher. Setiap titik perkerasan harus menerima minimum dua lintasan penggilasan awal dengan kecepatan maksimal 4 km\/jam. Pemadatan awal dimulai dari tempat sambungan memanjang dan kemudian ke tepi luar.<\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>2. Pemadatan Kedua<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemadatan kedua atau utama harus dilaksanakan dengan alat pemadat roda karet atau PTR sedekat mungkin dibelakang penggilasan awal dengan kecepatan maksimal 10 km\/jam. Pemadatan ini harus dimulai dari tempat sambungan memanjang dan kemudian ke tepi luar.<\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>3. Pemadatan Akhir<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemadatan akhir atau penyelesaian harus dilaksanakan dengan alat berat pemadat roda baja tanpa penggetar (vibrasi). Bila hamparan aspal tidak menunjukkan bekas jejak roda pemadatan setelah pemadatan kedua, pemadatan akhir ini bisa tidak dilakukan asalkan pemadatan setelah penggilasan kedua cukup memadai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebagai tambahan untuk pemadatan aspal pada daerah super elevasi dilakukan dengan dimulai dari lajur yang rendah ke lajur yang tinggi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Demikian artikel tentang\u00a0<b>Cara-Cara Pemadatan Aspal\u00a0<\/b>semoga bermanfaat.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara pemadatan aspal di lapangan kadang tidak sesuai dengan teori yang ada sehingga kualitas jalan yang dihasilkannya pun tidak maksimal.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[17,5,22],"class_list":["post-455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa-konstruksi","tag-analisa-konstruksi","tag-kontraktor","tag-teknik-konstruksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=455"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":564,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/455\/revisions\/564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}