{"id":463,"date":"2018-07-20T08:37:24","date_gmt":"2018-07-20T01:37:24","guid":{"rendered":"http:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=463"},"modified":"2018-12-17T11:06:37","modified_gmt":"2018-12-17T04:06:37","slug":"klasifikasi-jalan-menurut-fungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/?p=463","title":{"rendered":"Klasifikasi Jalan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Klasifikasi Jalan<\/strong><\/p><div class=\"e3ce4ccf4f45958f8a0cd529d5aec3df\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-6841353207431970\"\r\n     data-ad-slot=\"2647761794\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan Undang-undang No. 38 mengenai jalan, maka jalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 klasifikasi jalan yaitu :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klasifikasi jalan menurut fungsi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klasifikasi menurut wewenang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klasifikasi Jalan Menurut Fungsi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klasifikasi jalan umum menurut peran dan fungsinya terdiri atas :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Jalan Arteri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Arteri Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota jenjang kesatu yang berdampingan atau menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang kedua. (R. Desutama. 2007)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Arteri Primer adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1)\u00a0Kecepatan rencana &gt; 60 km\/jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2)\u00a0Lebar badan jalan &gt; 8,0 m.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3)\u00a0Kapasitas jalan lebih besar dari volume lalu lintas rata-rata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4)\u00a0Jalan masuk dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan kapasitas jalan dapat tercapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5)\u00a0Tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6)\u00a0Jalan primer tidak terputus walaupun memasuki kota.<a href=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-468\" src=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"860\" height=\"645\" srcset=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432-300x225.jpg 300w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432-768x576.jpg 768w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432-320x240.jpg 320w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/CIMG1432.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 860px) 100vw, 860px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Arteri Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder lainnya atau kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Arteri Sekunder adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1)\u00a0Kecepatan rencana &gt; 30 km\/jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2)\u00a0Lebar jalan &gt; 8,0 m.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3)\u00a0Kapasitas jalan lebih besar atau sama dari volume lalu lintas rata-rata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4)\u00a0Tidak boleh diganggu oleh lalu lintas lambat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Jalan Kolektor<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Kolektor Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota kedua dengan kota jenjang kedua, atau kota jenjang kesatu dengan kota jenjang ketiga. (R. Desutama. 2007)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Kolektor Primer adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1)\u00a0Kecepatan rencana &gt; 40 km\/jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2)\u00a0Lebar badan jalan &gt; 7,0 m.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3)\u00a0Kapasitas jalan lebih besar atau sama dengan volume lalu lintas rata-rata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4)\u00a0Jalan masuk dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan kapasitas jalan tidak terganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5)\u00a0Tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6)\u00a0Jalan kolektor primer tidak terputus walaupun memasuki daerah kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Kolektor Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder lainnya atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Kolektor Sekunder adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1)\u00a0Kecepatan rencana &gt; 20 km\/jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2)\u00a0Lebar jalan &gt; 7,0 m.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Jalan Lokal<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Lokal Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu dengan persil, kota jenjang kedua dengan persil, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang ketiga lainnya, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang di bawahnya. (R. Desutama, 2007)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Lokal Primer adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1)\u00a0Kecepatan rencana &gt; 20 km\/jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2)\u00a0Lebar badan jalan &gt; 6,0 m.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3)\u00a0Jalan lokal primer tidak terputus walaupun memasuki desa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Lokal Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan perumahan, atau kawasan sekunder kedua dengan perumahan, atau kawasan sekunder ketiga dan seterusnya dengan perumahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Lokal Sekunder adalah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1)\u00a0Kecepatan rencana &gt; 10 km\/jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2)\u00a0Lebar jalan &gt; 5,0 m.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Jalan Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Lingkungan adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri-ciri seperti pada Tabel 2.1 sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tabel 1.1 Ciri-ciri Jalan Lingkungan<a href=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tabel-jalan-lingkungan.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-465\" src=\"http:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tabel-jalan-lingkungan.png\" alt=\"\" width=\"690\" height=\"163\" srcset=\"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tabel-jalan-lingkungan.png 690w, https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/tabel-jalan-lingkungan-300x71.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : UU No.38 Tahun 2004<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klasifikasi Jalan Berdasarkan Undang-undang No. 38 mengenai jalan, maka jalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 klasifikasi jalan yaitu : Klasifikasi jalan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":467,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[17,5],"class_list":["post-463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa-konstruksi","tag-analisa-konstruksi","tag-kontraktor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=463"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":563,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/463\/revisions\/563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/virajayariauputra.com\/blog\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}