Tahapan Pembuatan Jalan dan Pengaspalan Hotmix yang Benar

Jalan Raya di Indonesia pada umumnya menggunakan Jalan Aspal Hotmix, lalu ada pertanyaan bagaimanakah cara membuat Jalan Aspal ?
Sebenarnya masalah ini banyak di tanyakan oleh  klien kami, karena itu disini perlu kami uraikan tahapan tahapan pembuatan jalan dan proses pengaspalan hotmix. 
Jasa Aspal Hotmix PT. Virajaya Riauputra Sudah Banyak dipercaya membuat jalan dan pengaspalan jalan di Riau, nah berikut ini tahapan membuat jalan sampai dengan Pengaspalan Jalan.

Tahapan Pembuatan Jalan dan Pengaspalan

Berikut ini tahapan Pembuatan jalan yang benar :
1. Pekerjaan Pemetaan (Pengukuraan badan Jalan)
Tahapan pekerjaan ini dilakukan agar badan jalan sesuai dengan ukuran yang di inginkan.

2. Pekerjaan Clearing & Grubbing (Pembersihan badan Jalan dari Pohon dan sampah)
Sebelum badan Jalan di bentuk lahan perlu dibersihkan dahulu dari sampah dan pepohonan agar tidak tidak jadi masalah di kemudian hari

3. Pekerjaan Stripping (Pembentukan badan Jalan)

Pekerjaan ini juga dinamakan pekerjaan galian dan timbunan. Pekerjaan galian adalah pekerjaan       pemotongan tanah dengan tujuan untuk memperoleh bentuk elevasi permukaan sesuai gambar yang  di rencanakan,untuk mengetahui elevasi jalan perlu menggunakan alat ukur Theodolit, lengkapnya pekerjaan stripping dilakukan agar bentuk badan jalan ,tinggi dan belokannya sesuai  apa yang direncanakan

berikut struktur pekerjaan galian dan timbunan.

4. Pekerjaan Sub Grade (Pemadatan tanah)

Setelah badan jalan terbentuk maka tanah perlu dipadatkan inilah yang dinamakan pekerjaan sub grade.

Sub Grade adalah tanah dasar dibagian bawah lapisan perkerasan jalan lapisan ini bisa berupa tanah asli yang di padatkan jika tanah aslinya baik,atau tanah urugan yang di datangkan dari tempat lain lalu dipadatkan,atau tanah yang di stabilkan dengan semen atau kapur,yang terpenting adalah tanah harus bebas dari sampah dan rumput.
Untuk pemadatannya menggunakan Alat Buldozer dan Vibrator Roller

5. Pekerjaan Sub Base Course (Lapis Pondasi Bawah)
Setelah lapisan sub grade memenuhi standar kepadatan pekerjaan selanjutnya adalah penghamparan Material pondasi bawah berupa Batu Kali/Batu Limstone menggunakan alat transportasi Dump Truck kemudian diratakan dan di padatkan dengan menggunakan alat Tandem Roller.
Untuk ketebalan lapis pondasi Sub base course biasanya 30 cm.

Fungsi utama Lapisan sub base course adalah :
➼ Bagian kontruksi jalan yang menyebarkan beeban roda ketanah dasar.
➼ Mengurangi tebal lapisan di atasnya yang lebih mahal.
➼ Lapis peresapan agar air tidak terkumpul di pondasi .

Proses penghamparan Sub base course.
Pertamamembuat patok-patok untuk mengukur ketebalan,kemudian mendatangkan material kelapangan lalu dibuat dulu kepalanya yaitu antara patok kanan dan patok kiri.Setelah ada dua kepala kemudian disebarkan material pada area  antara kepala satu dan kepala yang lain.begitu seterusnya sampai selesai.

Sub Base coursePrinsip pemadatan dimulai dari pinggir dan area yang rendah ke ara yang lebih tinggi.untuk perataan menggunakan Motor Grader dan pemadatannya menggunakan Tandem Roller.jika pemadatan sudah terlihat cukup menurut pelaksana baru dapat dilanjutkan pekerjan berikutnya.
6. Pekerjaan Base Course (Pondasi Atas)
Penghamparan Material Pondasi Bawah berupa Sirdam sama menggunakan Dump Truck dan diratakan lagi dengan Tandem Roller,lapisan ini di buat untuk menyempurnakaan daya dukung beban juga sebagai bantalan terhadap lapis permukaan.

Material terbaik untuk lapis pondasi atas adalah campuran 70% batu pecahan berwarna abu keputihan ukuran 1 sampai dengan 5 cm,dan 30%  lagi campuran abu batu atau pasir.

cara penghamparaan batu Base course sama dengan penghamparan batu sub Base course.
Setelah Base course terhampar dengan rata  barulah dilakukan pemadatan,jika pada saat pemadatan masih terlihat rendah atau tinggi harus di tambah atau dikurangi.

Setelah kelihatan rata selanjutnya dipadatkan kembali menggunakan tire Roller sambil disiram air secukupnya.

sebelum di hampar lapisan atas (ATB =Asphalt Treated Base) atau ACB diperlukan Lapis resap pengikat antara Base Course dan ATB yaitu Prime coat,dan untuk membersihkan debu menggunakan Air Compressor

Fungsi prime coat diantaranya:
➤ Memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran Aspal.
➤ Mencegah lepasnya  butiran lapis Agregat jika dilewati kendaraan sebelum dilapis aspal
➤ Mencegah lapis agregat  dari pengaruh cuaca.
7. Pekerjaan Hotmix Binder Coarse  atau Lapisan Atas ATB
Setelah di cor dengan Prime Coat kemudian dilakukan Pelapisan atas menggunakan material ashpalt jenis ATB (Asphalt Treated Base) atau AC-BC Dan pelapisannya menggunakan mesin finisher lalu di padatkan menggunakan mesin TR.

Dan sebelum di hampar lapisan permukaan perlu di cor tack coat (lem perekat antara ATB dengan asphalt hotmix)dan pembersihan debu dengan Air compressor

8. Pekerjaan Surface Course (Lapisan Permukaan)
Pekerjaan selanjutnya setelah dicor tack coat adalah penghamparan lapisan permukaan menggunakan Asphalt hotmix penghamparannya sama menggunakan mesin finisher lalu dipadatkan mengunakan Tandem Roller

9. Pekerjaan Finishing
Untuk pekerjaan Finishing dilakukan pemadatan dan Perataan jalan dengan alat Peuneumatic Roller

10. Pekerjaan Marka Jalan 
Setelah pekerjaan marka, jalan raya sudah jadi bagus dan berkualitas. Demikian tahapan-tahapan pekerjaan jalan semoga membantu,Jika anda ingin menghitung RAB pengaspalan dengan mudah bisa mengunjungi halaman ini menghitung RAB Pengaspalan, untuk pengerjaan silahkan percayakan kepada PT. Virajaya Riauputra Karena kami  Jasa Pengaspalan terpercaya dan bermutu.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.